PRODUK TERBARU
Temukan berbagai produk terbaik untuk anak Anda di sini
EDU FASHIONS FOR KIDS
Read our blog everyday for the best fashion tips for the kids
jemari-budaya jujur
Read More
Cerita dan Inspirasi, Keluarga

Anak Yang Suka Berbohong, Kebiasaan Orangtua Yang Harus Dirubah

Bismillah…
Di keluarga saya, kami sepakat untuk berusaha semaksimal mungkin menjelaskan apapun secara detail keada anak-anak kami, karena dengan cara seperti itu kami meyakini akan memberikan contoh positif pada anak, apa saja itu,

1. Membiasakan terbuka dengan keluarga
2. Membiasakan jujur dengan keluarga
3. Menanamkan bahwa keluarga adalah lingkungan pertama yang bisa anak-anak percaya

Tentu bukan tanpa sebab kami berusaha membiasakan ini dikalalngan keluarga saya, dulu kami pernah membiasakan berbohong kecil pada anak, disaat saya dan suami ingin pergi untuk sekedar “our quality time”, saya dan suami sering membogongi mereka dengan beralasan macam-macam tanpa kami berusaha menjelaskan apa, kemana dan kapan kami akan kembali.

Hingga pada suatu saat kami di protes oleh anak kami yang kedua, karena saya bilang cuma keluar sebentar ternyata pulangnya lama dan masih banyak lagi, akhirnya menyebabkan dia pernah tidak percaya lagi pada saya. Dari beberapa kejadian itu, saya dan suami berdiskusi dan membaca beberapa literatur dan ternyata memang apa yang kami lakukan itu salah.

Seharusnya kami tetap harus jujur dan tidak “over promise” , jika memang kami tidak bisa menjanjikan sesuatu, kami pun tidak berani untuk berjanji, karena disaat kami sudah berjanji, itu sudah kewajiban kami untuk mewujudkannya. Perlahan demi perlahan, semakin bertambahnya usia mereka, kami pun mulai merubah kebiasaan “bohong kecil” kami pada anak-anak, jika kami akan pergi, sebelumnya kami jelaskan dulu kepada mereka, dan kenapa mereka tidak boleh ikut, kapan kami akan pulang, hingga apa yang bisa kami bawakan untuk mereka nanti.

Kami tidak banyak berharap timbal balik apapun, tapi kami yakini, dengan membiasakan berkomunikasi secara jelas dan baik, Inshaa Allah mereka akan bisa meniru yang baik-baiknya dari kami yang masih terus banyak belajar. Karena anak adalah peniru yang handal, meskipun mereka mendengar perintah kita sebagai orangtua, tapi jangan lupa, mata mereka lebih merekam apa yang orangtuanya lakukan, maka contohkanlah yang terbaik untuk menghasilkan generasi yang baik.

Semoga bermanfaat sharing singkat ini.

Jakarta, 20 Maret 2017

Coretan Jemari Bunda Inggit
www.Jemarikids.com

jemari - anak perlu paham kesalahan
Read More
Cerita dan Inspirasi, Keluarga

Ajari Anak Memahami Kesalahannya Sendiri

Bismillah…

Assalamualaikum Bunda, salam sejahtera untuk para Ibunda, wanita-wanita Indonesia hebat yang sedang berusaha terus  memperbaiki diri demi perbaikan generasi anak-anak kita mendatang. Selamat datang lagi di Jemarikids blog.

Bagaimana kabar anak-anak, semoga sehat selalu dan semakin baik setiap harinya. Hari ini saya mau cerita sedikit pengalaman saya tentang anak yang suka menyalahkan orang lain atau saudaranya. Anak-anak saya yang notabene laki semua memang tidak lepas dari yang namanya bertengkar, berebut mainan, saling usil dan banyak kepintaran lainnya hehehe.

Pernah pada suatu saat anak ke 3 saya tetiba menangis disaat bermain dengan abang-abangnya, saat itu saya sedang ada di ruangan sebelah kamar. Lalu saya menghampiri mereka dan spontan ibu-ibu yang menanyakan ada apa kepada abang-abangnya. Lalu mereka saling menyalahkan satu sama lain hingga sayapun dibuat bingung apa yang sebenarnya terjadi. Lalu saya menanyakan ke adiknya, meskipun anak ke 3 saya belum bisa bicara namun seorang anak sudah mampu memahami kejadian yang terjadi dengan polos. Si adik langsung menunjuk Abangnya yang pertama dan menunjuk tangannya. Ternyata dia dicubit sama abangnya karena si adik mencoba untuk memainkan mainan yang sedang dimainkan.

Yang menjadi perhatian saya dari kejadian ini adalah kok si abang-abangnya ini gak bicara jujur apa adanya aja yah, kenapa lebih memilih untuk menyalahkan orang lain. Singkat cerita saya kembali buka-buka buku dilemari mengenai pola asuh anak. Ketemu bukunya Ayah Edy tentang Kebiasaan buruk Orangtua yang berdampak pada anak. Ada satu topik yang akhirnya membuat saya ngangguk-ngangguk yaitu tema Raja Yang Tak Pernah Salah.

Apa sih maksudnya Raja Yang Tak Pernah Salah ?

Bunda, coba kita jujur pada diri sendiri dan kembali mundur ke belakang, pernahkah mengalami kejadian dimana anak kita yang masih kecil, baru bisa berjalan lalu kepleset atau kesandung sesuatu, kejedot meja dan sebagainya. Lalu respon kita adalah menyalahkan benda tersebut dari kelalaian si anak, semakin terus kita berulang, maka ternyata itu menghasilakn dampak pada si anak, dia akan memahami bahwa disaat dia terkena dampak dari akibat kelalaian atau ketidakhatiannya, maka bukan dia lah yang harus memperbaiki diri melainkan orang atau benda lain yang salah, dan dia akan tetap merasa benar atas apa yang diakibatkannya. Pemahaman ini bisa terbawa sampai dewasa jika tetap dibiarkan. Dampaknya pun bisa berakibat buruk karena anak kita akan tetap terus mencari kambing hitam untuk disalahkan dari hasil perbuatannya, dia tidak akan bisa belajar bertanggung jawab atas resiko dari perbuatannya.

Bahkan jika kita merespon dengan cara pemukulan, semisal anak kita kesandung kaki kursi, dan nangis, allu kaki kursinya kita pukul dan menyalahkannya agar anak kita terdiam dari nangisnya, kebiasaan ini akan terekam di alam bawah sadarnya bahwa setiap persoalan bisa diatasi dengan cara pemukulan / kekerasan. Tentunya kita tidak ingin terjadi seperti ini. Karena itu pentingnya kita terus belajar dengan membaca dan menambah keilmuan dari berbagai literatur untuk menghindari kecerobohan yang berakibat buruk bagi anak.

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallaahu ‘anhu berkata:

الْعِلْمُ إمَامُ الْعَمَلِ وَالْعَمَلُ تَابِعُهُ

“Ilmu adalah pemimpin amal, dan amal adalah pengikut ilmu” (Dari kitab al-Amru bil Ma’ruf wan nahyu anil munkar karya Ibnu Taimiyyah halaman 15).

Umar bin Abdil Aziz rahimahullah berkata:

مَنْ عَبَدَ اللَّهَ بِغَيْرِ عِلْمٍ كَانَ مَا يُفْسِدُ أَكْثَرَ مِمَّا يُصْلِح

“Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka ia lebih banyak merusak dibandingkan memperbaiki” (Dari kitab Majmu’ Fataawa Ibn Taimiyyah: 2/383).

Dari beberapa literatur dan bacaan yang saya baca, maka saya mulai memahami kenapa anak-anak saya berbuat demikian, ya saya mengakui pernah melakukan kesalahan tersebut di masa lalu, karena minimnya keilmuan dan hanya melihat yang pernah dilakukan oleh orang saja. Ternyata apa yang pernah saya dan mungkin orangtua saya lakukan kepada anak-anak saya dulu saat mereka kecil dan melakukan hal ceroboh, kami suka bahkan sering menggunakan cara menyalahkan benda atau orang lain agar anak-anak saya diam dari tangisannya.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk merubahnya perlahan?

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah komunikasikan hal ini dengan pasangan, satukan visinya lalu informasikan ke seluruh anggota di rumah, terapkan dengan konsisten dan kemauan berubah. Setelah itu sudah disepakati, barulah terhadap respon kita ke anak yang harus dirubah, Kita mulai memberikan pemahaman perlahan dan berulang tentang pentingnya memahami kesalahan yang diperbuat pada dirinya sendiri agar si anak juga paham bahwa kesalahan ada pada dirinya, tapi tetap dengan cara yang bijak dan lembut pada anak.

Misal si anak tersangdung kaki kursi, maka sebaiknya kita bisa merespon dengan salah satu cara “Adek kenapa? tersandung kaki meja yah? Sakitkah dek? (sambil mengelus-elus tempat terbentunya, “Adek kalau jalan hati-hati ya, kalau gak hati-hatijadinya bisa tersandung seperti ini, sakit kan jadinya.”

Inshaa Allah, dengan kita merubah sedikit cara kita terhadap anak, akan berdampak besar bagi mereka. Tahan emosi kita karena jika kita terlalu sering memarahi mereka maka mereka akan malas jujur dan akan takut bicara dengan kita disaat mereka melakukan kesalahan berikutnya.

Semoga beranfaat dan dapat merubah pola asuh, mindset dan sudut pandang kita terhadap keaktifan anak-anak kita. Nantikan sahring saya selanjutnya.

———————————————— www.JemariKids.com—————————————————

Bagi yang belum mendapatkan produk Cushion bantal Unik Sketsa Anak, masih tersedia stocknya di http://jemarikids.com/shop/ , banyak gratisannya antara lain

  1. Cover bantal unik / cushion case senilai Rp.179.900
  2. Goodie bag “Every kids is an artist” senilai Rp.74.900
  3. Voucher diskon Rp.100.000

Semua itu GRATIS bisa Bunda dapatkan hanya dengan cukup membeli 1 produk Cushion Sketch Unique saja di http://jemarikids.com/shop/

————

Sumber

daging kecap kesukaan zahran dan rafee
Read More
Cerita dan Inspirasi, Keluarga

“Bunda Aja Yang Masak, Karena Masakan Bunda Enak”

DAGING KECAP KESUKAAN ZAHRAN & RAFEE

Ada rasa bangga yang tak ternilai disaat mendengar,
“Bunda, aku gak mau katering, gak enak. Aku mau Bunda aja yang masak, karena masakan Bunda enak”

Kalimat ini terlontar spontan dari anak kedua saya, Rafee Aqeela disela-sela saya sedang memakaikan sepatu sekolahnya dipagi hari. Memang disaat si mba yang bantu-bantu dirumah sedang cuti, saya memesan Catering untuk anak-anak makan siang disekolah, dengan alasan standar…. “Gak mau ribet” hehehe. Karena suka gak keburu untuk masak apalagi masih ada si kecil yang mau jalan 2 tahun.

Saya bukan termasuk seorang Ibu rumah tangga yang pandai memasak, bahkan menggeluti aktifitas memasakpun boleh dibilang baru 1-2 tahun yang lalu. Berhubung anak-anak suka masak dan ibu saya pernah ngomong gini “Kamu belajar masak, karena nanti kalau anak-anak kamu udah pada besar, yang bisa bikin mereka rindu pulang kerumah adalah masakan ibunya yang semasa kecil sering mereka makan, anak kamu kan cowok semua, yang sudah pasti akan sering sibuk diluar dengan urusannya mereka”.

Dan setelah dipikir-pikir, benar juga adanya nasehat orangtua, meskipun masakannya sederhana, tapi jika suami dan anak-anak makan bersama, ada rasa bangga tersendiri yang saya rasakan, ada arti hidup dalam diri saya, bahkan mindset saya tentang “wanita gak harus bisa masak” dahulu itu saya rasakan gak tepat lagi, wanita harus bisa masak sesibuk apapun dia, karena kodratnya tetap sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya yang harus melayani dan mengayomi mereka. Gak harus pandai masak, minimal bisa masak beberapa masakan sudah lumayan.

Gak mau kan, anak dan suaminya doyannya makan diluar terus hehehehe

Semoga bermanfaat

Jakarta 14 Maret 2017
Coretan Jemari Bunda Inggit



Bagi yang belum kebagian produk cushion pillow karya Jemari Zahran dan Rafee bisa langsung cek TKP di
www.Jemarikids.com
wa/telp 087880931298
Line @jemarikids (pakai @)

masih ada diskon 30% sampai 19 Maret 2017

INSTAGRAM

INSTAGRAM


Posuere eget ut sed consectetur litora lobortis cras

VIEW PROFILE