Cerita dan Inspirasi

5 Tips Mendidik Anak Menjadi Tangguh Dan Pantang Menyerah

Sebagai orang tua, kita berharap bisa melindungi anak-anak kita dari segala kekecewaan, kekalahan, kegagalan atau tantangan yang menakutkan. Walaupun hal itu tidak mungkin, kita bisa mengajari anak-anak kita untuk menjadi tangguh, pantang menyerah dan selalu punya semangat untuk bangkit lagi disaat terjadi keterpurukan.

Ada beberapa kita yang bisa kita lakukan sebagai orangtua untuk mempersiapkan mental anak agar menjadi tangguh, diantaranya:

  1. Menjadi sosok panutan yang selalu memberikan dukungan pada anak.             Berikan contoh bagaimana menjadi pribadi yang memiliki mental dan perilaku yang tangguh. Harus bisa bersikap tenang dan konsisten dalam menjalani sikap. Berani mengakui kesalahan sendiri dan berdiskusi membicarakan bagaimana kamu akan menjadi lebih baik di lain waktu. Anda bisa mulai dengan menjadi contoh / role model atau panutan orangtua yang tangguh, pantang menyerah dan tidak putus asa untuk anak Anda, dan mengelilinginya dengan orang dewasa lain yang Anda rasakan sebagai panutan yang positif. Karena memberikan contoh nyata lebih baik daripada hanya menyuruh atau memberikan nasihat.
  2. Biarkan mereka belajar mengenali kesalahannya.                                                       Biarkan mereka melihat konsekuensi dari tindakan mereka. mereka akan belajar bagaimana untuk bangkit kembali dari kesalahan mereka dan melakukan yang lebih baik di lain waktu.
  3. Puji dengan cara yang benar.                                                                                                        Puji setiap usaha yang dilakukan dalam upaya perbaikan diri dari kesalahanya agar anak Anda bisa belajar merangkul, daripada menghindari, tantangan. Berikan “pujian proses” yang berfokus pada strategi, kemajuan atau usaha
  4. Ajari untuk menagtur emosi
    Ajarkan bahwa semua hal tentang emosi itu pada dasarnya baik-baik saja. Mampu mengendalikan perilaku buruk dengan batasan yang wajar. Berdiskusi tukar pikiran mencari solusi dan cara untuk memperbaiki masalah dan mencegahnya di masa depan. Ajarkan anak Anda bahwa emosi terburuk sekalipun boleh Anda rasakan, asalkan dia mengaturnya dengan tepat daripada melakukan atau mematikan.
  5. Ajari anak untuk memecahkan masalah dan mencari solusi.              Kembangkan kemandirian pada anak Anda ketika harus memecahkan masalah. Jangan terburu-buru untuk memberikan solusi pada anak tapi berikan pemahaman dari berbagai sudut pandang solusi. Bedah tiap solusi untuk mendiskusikan konsekuensi dari setiap solusi agar anak mampu mengenali manfaat dan resiko dari setiap keputusan yang diambil.

Untuk lebih lengkapnya. Ayah dan Bunda bisa baca disini dengan pembahasan lebih mendalam. Klik Disini

 

Every Kids is An Artist

www.Jemarikids.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *