Melakukan Tugas Rumah Bersama Anak
Keluarga

9 Tips Mengenalkan Tugas Rumah Kepada Anak

Membuat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan mengenal kewajibannya adalah keharusan bagi orang tua untuk mengajarkannya. Contoh kecil seperti mengajarkannya mencuci piring disaat sehabis makan adalah bentuk pengajaran untuk melatih kemandirian, tanggung jawab dan menyelesaikan aktifitas yang dilakukannya sampai selesai. Tentu tidak hanya itu saja, ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan dirumah bersama anak yang bermanfaat untuk pertumbuhan mereka dan membentuk karakter mereka disaat mereka besar nanti.

Berikut 9 aktifitas tugas keseharian dalam suatu rumah tangga yang dapat dilakukan bersama anak guna melatih dan membentuk karakter seorang anak disaat tumbuh besar nanti. Jemari memodifikasi sebuah artikel yang bersumber dari AyahBunda kedalam media visual dibawah ini.

 

Ini tugas-tugas rumah yang bisa Anda lakukan bersama anak:

1. Merapikan kamarnya. Ajak ia merapikan tempat tidur dan meletakkan mainannya yang berantakan pada tempatnya. Tidak perlu mengkritiknya langsung jika hasilnya belum rapi sesuai harapan Anda. Sebaiknya puji dan ulangi kembali contohnya supaya anak lebih paham.

2. Menyapu dan mengepel lantai. Mulailah dari kamarnya. Walaupun mungkin hasilnya kurang bersih, anggap saja latihan buatnya. Kegiatan ini akan lebih seru jika dilakukan sambil bernyanyi atau menyetel musik favoritnya. Pakaikan masker pada anak agar ia terhindar debu.

3. Mencuci pakaian. Minta bantuan si kecil mengambil pakaian kotor, memisahkan antara pakaian putih dan berwarna, memeriksa saku/kantung tiap pakaian –siapa tahu ada yang terselip, dan memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci. Anda cukup menyetel sistem kerja mesin cuci. Namun, jauhkan anak dari saklar serta kabel listrik, dan hati-hati dengan deterjen serta obat pemutih.

4. Menjemur pakaian. Urusan menjemur pakaian, anak juga bisa diajak kerjasama, asalkan Anda pilihkan tempat menjemur yang rendah atau sesuai tinggi badannya. Ingatkan anak untuk berhati-hati, agar pakaian tidak terjatuh ke lantai dan kotor kembali.

5. Merapikan pakaian. Menyeterika pakaian jelas tidak bisa diserahkan kepada anak, tapi Anda bisa minta bantuan si kecil untuk melipat pakaian yang baru diangkat dari jemuran. Mulai dari yang sederhana, seperti sapu tangan, handuk, dan pakaiannya sendiri. Selesai disetrika, anak bisa membantu menyimpan pakaian di lemari pakaian.

6. Berbelanja. Ajak si kecil menemani Anda berbelanja ke supermarket, atau pasar tradisional agar lebih seru. Saat belanja, berikan anak pengalaman memilih sayur dan buah. Ajarkan ia juga cara berinteraksi dengan pedagang di pasar tradisional. Sesekali, minta ia untuk menyapa penjual sendiri. Namun, awasi anak, jangan sampai ia terpisah dari Anda dan segera cuci bersih tubuh anak usai berbelanja.

7. Memasak. Anda bisa minta si kecil membantu di dapur. Berikan ia pekerjaan seperti mencuci bahan-bahan, memotong bahan menggunakan tangan (bukan dengan pisau), dan mengambilkan bahan atau peralatan masak yang mudah diraih atau dibawa. Selesai masak, Anda bisa ajak ia menyiapkan meja makan.

8. Mencuci piring. Setelah makan, minta anak membawa piring dan gelas ke tempat cuci piring. Jika Anda mau, berikan ia tugas mencuci peralatan makannya sendiri yang tidak terbuat dari bahan pecah belah. Namun Anda perlu memastikan piring dan gelasnya sudah bersih dari sisa makanan atau sabun. Jangan biarkan anak mencuci peralatan tajam seperti pisau dan pastikan tangannya dicuci bersih setelah mencuci piring.

9. Menyiram tanaman. Hampir semua balita gemar main air. Manfaatkan kegemarannya ini untuk membantu Anda menyiram tanaman di halaman rumah. Agar lebih menarik, lengkapi si kecil dengan jas hujan dan sepatu boot. Usai menyiram tanaman dan sedikit bermain dengan tanah, segera cuci bersih tubuh si kecil dan berikan minuman hangat.

Selain Anda dapat tenaga ekstra, kegiatan ini bisa memberikan banyak manfaat buat anak, seperti mengasah keterampilan motoriknya. Si kecil juga akan belajar tanggung jawab dan mandiri. Dan, yang juga penting, ia akan merasa jadi bagian penting dalam keluarga. Sudahkah anak anda melibatkan anak anda dalam Tugas Rumah Tangga ?

 

Sumber: Google, Ayahbunda

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *