jangan lupa senyum
Cerita dan Inspirasi

SENYUM ITU IBADAH

Coretan Jemari – Pagi hari yang cerah hari ini, seperti biasa aktifitas pagi yang selalu saya lakukan adalah mempersiapkan kebutuhan anak-anak untuk ke sekolah, setelah mereka sholat shubuh. Satu aktifitas yang selalu saya senangi adalah disaat membangunkan mereka dari tidurnya, mmmhhh dari yang membisikkan “anak sholeeeeh, bangun yuk, sholat shubuh trs kita mandi”, ngelus-ngelus punggungnya dengan sedikit canda dengan menggelitik perut dan telapak kaki mereka (karena dua anak laki-laki tampan yang harus saya bangunkan), setelah mereka sudah membuka mata, dengan manjanya saya cium-ciumin mukanya yang masih muka bantal itu dan memberikannya hadiah sebuah senyuman, terkadang saya harus mendengarkan cerita pendek mereka dulu tentang mimpi atau tentang suatu hal yang mereka lakukan sebelumnya tapi mereka baru ingat dan cerita, hehehehe….

Untuk apa sih harus seperti itu? Yaa, saya meyakini, disaat mengawali hari, kita harus membuat suasana hati ini tenang, aman, nyaman dan tentu saja happy… karena jika kita mampu membuat suasana hati ini tenang dan happy, maka inshaa Allah dalam menjalani keseluruhan hari ini akan menjadi terasa “enjoy”, dan hal inilah yang selalu saya usahakan ciptakan untuk anak-anak saya….

Dalam perjalanan menuju sekolah, kami sering bertukar cerita dan tanya jawab, tapi untuk hari ini, saya kembali diingatkan akan satu hal pelajaran penting dalam hidup ini. Disaat biasanya perjalanan pagi, mobil kami biasa dalam kondisi kaca tertutup, lalu anak kedua saya yang bernama Aqeela, tetiba ingin membuka kaca dengan alasaa “Bunda aku kedinginan AC nya, aku mau buka kaca aja”. Ya saya ijinkan dengan syarat tidak mengeluarkan anggota badannya.

Disaat lampu merah dan mobil kami berhenti, tetiba Aqeela seperti menyapa seseorang dengan percakapan kurang lebih seperti ini:

Aqeela                                  : Assalamualaikum om… (sambil dia tersenyum lepas)

Om pengendara motor (A)   : Wa’alaikumusalam (membalas senyumnya Aqeela

Aqeela                                  : Hati-hati yah om, jangan ngebut naik motornya

Om A                                    : Iya nak, om hati-hati terima kasih, kamu mau sekolah ya

Aqeela                                   : Iya om di ABATA

Om A                                     : Sekolah yang pintar yah biar jadi orang hebat yang baik.

Saya hanya diam memperhatikan Aqeela berinteraksi, dan lampu hijau pun menyala lalu saya suruh Aqeela untuk sudahi percakapan.

Aqeela : daaah om saya sekolah dulu… Assalamualaikuuuuummmm (sambil teriak layaknya anak-anak usia 7 tahun)

Diperjalanan saya terheran dan kagum kok anak ini percaya diri untuk menegur orang asing, dan saya tanyakan ke dia,

Saya        : Kamu kenal nak sama om tadi ?

Aqeela     : ngga bund, aku cuma mau sedekah aja

Saya         : Maksudnya nak?

Aqeela     : kan kata ustazah di sekolah, kita harus sedekah setiap hari, karena sedekah itu membantu orang lain, caranya bisa banyak bund, bisa kasih uang ke yang butuh, kasih pekerjaan, kasih makan yang kelaparan, kasih pertolongan, bantuin orang nyebrang, kasih duduk nenek-nenek di kereta api, sama kasih senyum ke semua orang biar nanti yang lihat kita senyum, dianya akan senyum lagi ke kita bund.

Saya       : Yaa Allah, terus jadi tadi kamu lagi sedekah ya

Aqeela    : Iya bund, aku kan belum punya uang banyak jadi sedekahnya pakai senyuman aja sama pakai salam,kan kata ustazah didalam salam itu ada doa keselamatan.

Saya       : Subhanalloh….

Saya haru dan bangga, Yaa Allah saya pun terkadang lupa untuk mensyukuri dan mempraktekkan hal semudah ini yaitu senyum, bahkan terlalu sering saya sudah antipati dengan orang asing dijalanan dikarenakan banyaknya aksi kejahatan dijalanan, tapi hari ini kembali Allah ingatkan satu kebaikan termudah yang dapat kita lakukan setiap saat dalam kondisi apapun yaitu beribadah dengan menebarkan senyuman.

‎تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

‎“Senyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi 1956, ia berkata: “Hasan ‎gharib”. Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih At Targhib).‎

Sumber: https://muslimah.or.id/7165-sedekah-tak-sekedar-rupiah.html

Pelajaran sederhana yang saya dapatkan dari Allah melalui perantara Aqeela seorang anak yang berusia 7 tahun, disini memperlihatkan bahwa pelajaran berharga tentang hidup dapat kita terima dimana saja, kapan saja, dari siapa saja, dalam bentuk apa saja, tergantung dari diri kita meresponnya dan dari sudut pandang kita melihatnya.

Satu ungkapan yang bisa saya simpulkan hari ini,

“Jangan Gengsi Untuk Belajar Dari Siapa Saja Dan  Baerusaha Melakukan Kebaikan Dengan Dilihat Atau Tanpa Dilihat Orang Lain, Selama Kebaikan Itu Bermanfaat Baik Untuk Orang Lain Dan Tidak Melanggar Larangan Allah Dan Dengan Niat Karena Ingin Mendapatkan Ridha Allah Semata.”

 

 

Jakarta, 23 Februari 2017

Coretan Jemari Bunda Inggit

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *