Cerita dan Inspirasi

Seorang Ibu Harus Berpikiran Positif, Yakin Dan Berdoa Untuk Anak

Bismillah, Assalamualaikum Bunda …….

Kembali lagi nih jemari saya sedang ingin mengetik untuk berbagi cerita mengenai pengalaman yang saya rasakan tanggal 23 Februari 2017 kemarin disaat anak-anak saya Fawwaz dan Aqeela mengikuti program outing dari sekolahnya ke Ragunan.

Apa sih yang “spesial” dari outing tersebut? Bagi sebagian besar orangtua mungkin ga ada yang spesial dengan acara outing dari sekolah, apalagi ke Ragunan, seperti program biasa yang setiap sekolah sepertinya memang mengadakan acara outing / piknik ke Ragunan. Oke sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit tentang kehebatan Fawwaz, dia adalah titipan Allah yang dititipkan ke kami dengan kondisi yang menurut manusia kebanyakan adalah suatu kekurangan, karena dia terlahir dengan kondisi Tunarungu total tapi saat ini sudah menjalani operasi choclear implant dan menggunakan choclear implant device (Alat Bantu Dengar), dan matanya mengalami katarak sejak lahir tapi telah dilakukan operasi katarak dengan solusi tanam lensa. Kenapa bisa begitu? Akan saya ceritakan di artikel selanjutnya, penyebabnya adalah virus Rubella.

Apa itu Rubella, silahkan baca disini

Apa itu Choclear Implant, silahkan baca disini 

Fawwaz juga memiliki Nystagmus, apa itu Nistagmus (nystagmus) adalah gerakan ritmik tanpa kontrol pada mata yang terdiri dari tremor kecil yang cepat ke satu arah dan yang lebih besar, lebih lambat, berulang-ulang ke arah yang berlawanan. Nistagmus bisa horizontal, vertikal, atau berputar. Jadi disaat kondisi tertekan, kelelahan dan ketakutan, Nystagmus ini bisa muncul pada matanya, dan kalau sudah kambuh, maka fawwaz tidak bisa mengikuti aktifitas apapun karena pandangannya jadi goyang, dan penanganannya dia harus menutup mata dan harus sampai tidur pulas agar Nystagmusnya mereda.

Hal-hal diatas yang jadi kekhawatiran saya, terlebih kepada Fawwaz disaat mengikuti program outing kemarin. Maklum namanya juga ibu-ibu hehehe….

Jauh sebelum hari H, saya selalu menginfokan dan bertanya pada Fawwaz, bahwa akan ada program outing ke Ragunan dan apakah dia mau ikut atau ngga. Fawwaz pun selalu bercerita bahwa dia akan ke ragunan sama teman-temannya dan dia berkeputusan untuk mau ikut. Disatu sisi saya memang ingin Fawwaz untuk ikut karena dia akan punya pengalaman baru dalam hidupnya dan akan belajar hal baru disana, tapi disisi lain ada kekhawatiran dalam diri saya tentangnya, khawatir jika Nistagmusnya kambuh karena kepanasan, kelelahan, atau ketakutan dengan ruangan gelap dan beberapa binatang. Yaa saya akui saya terlalu khawatir yang berlebihan sebagai seorang ibu yang memahami kondisi dia dari dikandungan sampai sekarang.

Selama Fawwaz mengikuti outing, saya hanya minta tolong kepada ustazahnya untuk titip dan kabari keadaannya disana, sambil terus berdoa kepada Allah untuk dikasih kelancaran acara. Siang harinya pun saya jemput ke sekolah dan melihat kedua jagoan saya Fawwaz dan Aqeela menghampiri saya dengan wajah yang gembira campur lelah, memerah karena kepanasan dan antusias ingin ada yang diceritakan pada saya. Kami pun masuk ke mobil dan benar, mereka sangat senang, satu persatu mereka saling bercerita kegiatannya di Ragunan dengan semangat, menyebutkan nama-nama hewan yang dilihatnya, membuat laporan dengan papan berjalan dan banyak lagi yang mereka ceritakan. Saya pun lega dan ikut senang mendengar mereka saling berebut cerita kepada saya saat itu. Setelah sampai dirumah, mereka pun bersih-bersih diri dan tetiba handphone saya ada notifikasi pesan masuk, ternyata ustazah nya anak-anak mengirimkan beberapa foto Fawwaz dan Aqeela saat melakukan outing.

Subhanalloh, saya sangat terharu terutama melihat foto-foto Fawwaz yang sedang menikmati acaranya di ragunan saat itu bersama teman-temannya, bahkan ustazahnya cerita kalau Fawwaz mampu mengerjakan laporan kunjungan saat itu, dia sholat, makan sendiri, bersosialisasi dengan semuanya. Semua itu diluar dari apa yang saya bayangkan, dimana saya membayangkan Zahran akan penuh drama, akan sulit mengerjakan laporannya, gak mau ini itu, karena pernah beberapa kali kalau sedang jalan-jalan bersama keluarga, ida suka serba ga mau, rewel kalau panas-panasan, dan penuh drama-drama, tapi kemarin Fawwaz sangat enjoy mengikuti outing ke ragunan dan apa yang dia mampu lakukan dengan kondisi keterbatasannya, sungguh diluar dugaan saya, dia mampu buktikan kalau dia memang mampu, dia memang mandiri, dia memang tanpa batas, dia memberikan pelajaran baru pada diri saya bahwa jangan mengecilkan makhluk Allah karena apa yang makhluk Allah mampu lakukan semua itu atas kehendak-NYA.

zahran-8 zahran-5 zahran-2 zahran-1

 

Hari itu saya belajar lagi untuk selalu berpikiran lebih positif, tidak membatasi pikiran saya tentang apa yang mampu dilakukan Fawwaz, mengganti rasa kekhawatiran dengan sebuah  keyakinan bahwa Fawwaz mampu melewati dan menghadapi lika-liku hidupnya, dan harus selalu mengiringi Doa disetiap aktfitasnya. Mungkin apa yang saya rasakan ini lebih kepada perasaan seorang ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, dan mungkin kita sebagai orangtua memang harus memiliki perasaan yakin dan pikiran positif kepada anak-anak kita. Jangan membandingkan anak dengan yang lain, karena setiap anak memeiliki kemampuan dan “treatment” yang berbeda-beda, tapi bandingkanlah kemajuan anak kita dari dirinya sendiri di hari kemarin, apa yang sudah dia mampu raih hari ini dan target apa yang harus dia dapatkan dihari depan.

Terima kasih untuk yang berkenan membaca, semoga ada pelajaran dan manffat dari cerita dan pengalaman saya, tidak ada maksud negatif dari sharing saya, hanya ingin berbagi pengalaman dan sisi positif dari pengalaman saya. Berkah untuk kita semua para ibu dan keluarga, semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan, kesehatan dan kecukupan untuk kita semua….aamiiiiin

 

Jakarta, 25 Februari 2017

Coretan Jemari Buinda Inggit

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *